Perkenalkan, nama saya Dara Adila, seorang sekaligus penduduk Aceh(secara ini keduanya memunyai pengertian yang berbeda didalam Undang-undang Pemerintah Aceh). Saya berasal dari wilayah yang dulunya merupakan salah satu kerajaan besar di Aceh, yaitu Pidie atawa Pedir nama lawasnya. Tulisan-tulisan dalam Acehsphere ini kemudian akan dimulai dari perihal keseharian hidup masyarakat Pidie yang sangat melekat dengan saya; masakan, tradisi, adat, mata pencaharian, kearifan lokal dan hal-hal biasa lainnya.
Tentu saja, Aceh bukan hanyalah Pidie, ia-nya sangat jamak. Geografisnya membentang dari ujung Pulau Weh di barat hingga Singkil di Timur. Berbagai suku, berbeda bahasa dan berjenis etnis ada di Aceh. Suku Aceh, Aneuk Jamee, Gayo, Alas, Melayu, Simeuleu adalah sederatan nama suku dan bahasanya. Etnis Tionghoa, Jawa, Hindi juga ada. Dan Acehsphere akan bercerita tentang hal-hal yang biasa juga dari keberagaman tersebut.
Acehsphere merupakan laman tulisan ringan tentang hal-hal biasa nan gurih yang ada di Aceh, tak berat-berat; tentu saja jika mau tulisan berat, Badan Pusat Statistik dengan baik hati telah menyediakannya.
Tentu saja, Aceh bukan hanyalah Pidie, ia-nya sangat jamak. Geografisnya membentang dari ujung Pulau Weh di barat hingga Singkil di Timur. Berbagai suku, berbeda bahasa dan berjenis etnis ada di Aceh. Suku Aceh, Aneuk Jamee, Gayo, Alas, Melayu, Simeuleu adalah sederatan nama suku dan bahasanya. Etnis Tionghoa, Jawa, Hindi juga ada. Dan Acehsphere akan bercerita tentang hal-hal yang biasa juga dari keberagaman tersebut.
Acehsphere merupakan laman tulisan ringan tentang hal-hal biasa nan gurih yang ada di Aceh, tak berat-berat; tentu saja jika mau tulisan berat, Badan Pusat Statistik dengan baik hati telah menyediakannya.
Semoga bermanfaat dan selamat menikmati bacaan Acehsphere :-)
Salam,
Dara Adila
Acehsphere
Tidak ada komentar:
Posting Komentar